Sigi - 1 Oktober 2025 Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi mengambil langkah Strategis untuk meningkatkan Kapasitas sekaligus memperkuat Kelembagaan Petani di wilayah Kabupaten Sigi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas dan Penguatan Kelembagaan Petani, yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Mohamad Afit, S.T., M.Si.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, Pukul 09.00 WITA, bertempat di Aula Kantor BPP Dolo. Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ketua Tim Kerja Kabupaten Sigi, Tim Kerja Kabupaten Sigi serta para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Sigi.
Rapat koordinasi ini tidak sekedar menjadi forum pertemuan Antarperangkat dan Penyuluh Pertanian. Lebih dari itu, Forum tersebut diarahkan untuk memperoleh gambaran Kondisi, Potensi, Kebutuhan, serta Permasalahan yang dihadapi Kelompok Tani di masing-masing wilayah kerja BPP.
Identifikasi kondisi Kelompok Tani menjadi agenda
penting. Aspek yang dibahas mencakup Kelembagaan, Keaktifan Anggota,
Administrasi Kelompok, Kepengurusan, Kegiatan Usaha, hingga tingkat kemandirian
Kelompok Tani.
Dalam arahannya, Mohamad Afit
menekankan bahwa penguatan kelembagaan petani harus dimulai dari pemahaman yang
utuh terhadap kondisi Kelompok Tani di lapangan.
“Kita ingin pembinaan Kelompok Tani dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, setiap BPP perlu memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi Kelompok Tani, potensi yang dimiliki, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi. Dari data dan kondisi tersebut, kita dapat menentukan langkah pembinaan yang lebih tepat sasaran,” ujar Mohamad Afit.
Menurutnya, Kelompok Tani tidak
boleh hanya dipandang sebagai sebuah Organisasi Administratif, tetapi harus
terus didorong agar memiliki Kapasitas, Aktivitas dan Kemampuan untuk
berkembang secara mandiri.
“Kelembagaan petani harus
kita perkuat. Kelompok Tani yang kuat bukan hanya tertib secara Administrasi,
tetapi Anggotanya Aktif, pengurusnya berjalan, memiliki kegiatan yang jelas dan
mampu mengembangkan usaha. Inilah yang harus menjadi arah pembinaan kita ke
depan,” tegasnya.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena setiap Kelompok Tani memiliki Karakteristik, Potensi dan Persoalan yang berbeda. Dengan pemetaan kondisi secara lebih Terstruktur, Pembinaan diharapkan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Selain mengidentifikasi kondisi Kelompok Tani, rapat juga mengagendakan Inventarisasi berbagai permasalahan Kelompok Tani yang ditemukan di masing-masing wilayah kerja BPP.
Hasil Inventarisasi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari Proses Pemetaan Kebutuhan Pengembangan Kapasitas Kelompok Tani. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan Administratif, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas kelompok agar mampu mengembangkan kegiatan dan usahanya secara lebih mandiri.
Agenda berikutnya adalah merumuskan Strategi dan langkah pembinaan Kelompok Tani sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Kelembagaan Petani memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan Pertanian di tingkat lapangan. Kelompok Tani yang memiliki Kelembagaan Kuat, Administrasi Tertib, Anggota Aktif, Kepengurusan Berjalan, serta kegiatan usaha yang berkembang akan lebih mudah diarahkan menuju kelompok yang mandiri.
Karena itu, Koordinasi antara Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Tim Kerja Kabupaten Sigi dan BPP menjadi bagian penting dalam membangun pola pembinaan yang lebih terarah.
Melalui Rapat Koordinasi tersebut, setiap wilayah kerja BPP diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kondisi Kelompok Tani masing-masing. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pengembangan kapasitas sekaligus merancang langkah pembinaan yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Rapat Koordinasi yang dipimpin Kepala Dinas TANHORBUN tersebut pada akhirnya menempatkan Penguatan Kapasitas dan Kelembagaan Petani sebagai bagian penting dari pembangunan Pertanian di Kabupaten Sigi.
Fokus pada kondisi nyata Kelompok, Pemetaan Persoalan, Identifikasi Kebutuhan dan penyusunan
strategi pembinaan menunjukkan adanya upaya untuk membangun pola pembinaan yang
lebih terarah dan berbasis kondisi lapangan.
Dengan Koordinasi yang semakin kuat antara Dinas, Tim Kerja dan BPP, pengembangan Kelompok Tani di Kabupaten Sigi diharapkan dapat dilakukan secara lebih Sistematis, sehingga Kelompok Tani tidak hanya Aktif secara Administratif, tetapi juga semakin mampu mengembangkan kegiatan usaha dan meningkatkan kemandiriannya.
Instal aplikasi layanan ini di perangkat Anda untuk pengalaman yang lebih baik.