Kembali Ke Berita

4 minggu yang lalu
12 August 2026 - 13:20:42
71 Viewer
MERDEKA EKSPOR DURIAN SULAWESI TENGAH 2026 : KABUPATEN SIGI PERKUAT LANGKAH MENUJU SENTRA DURIAN BERORIENTASI EKSPOR

Palu, 12 Agustus 2026 - Semangat Kemerdekaan tahun ini mendapat makna baru dari sektor Pertanian. Di tengah upaya Sulawesi Tengah memperluas pasar Komoditas unggulan hingga mancanegara, Bupati Sigi MOHAMAD RIZAL INTJENAE, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (12/8/2026), di Kantor Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan R.A. Kartini Nomor 80, Palu.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menandai semakin terbukanya jalan bagi Komoditas Durian Sulawesi Tengah untuk memasuki pasar Internasional, khususnya Republik Rakyat Tiongkok (RRT).


Bagi Kabupaten Sigi, momentum tersebut bukan sekedar Seremoni Ekspor. Kehadiran Bupati Sigi menjadi penegasan bahwa sektor Pertanian termasuk Hortikultura dan Budidaya Durian, ditempatkan sebagai salah satu fondasi penting pembangunan Ekonomi Daerah.


Kabupaten Sigi selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah Sentra Pertanian Sulawesi Tengah. Karakter Wilayah, kondisi Agroekologi, serta tradisi Budidaya Masyarakat menjadikan Kabupaten Sigi memiliki ruang besar untuk mengembangkan komoditas Hortikultura bernilai Ekonomi tinggi, termasuk Durian.


Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 membawa pesan strategis : produk Pertanian Daerah tidak cukup hanya mampu dipanen, tetapi harus mampu memenuhi tuntutan pasar yang semakin tinggi.


Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) menjadi salah satu kunci dalam proses tersebut. Sistem budidaya yang baik tidak hanya berbicara mengenai peningkatan kualitas Buah, tetapi juga menyangkut konsistensi proses Produksi, Keamanan Pangan, pengelolaan Kebun, serta kemampuan Petani memenuhi persyaratan Pasar Ekspor, di titik inilah Sigi memiliki peluang besar.


Pengembangan Durian di Kabupaten Sigi ke depan tidak semestinya berhenti pada aktivitas budidaya dan perdagangan lokal. Komoditas ini dapat diarahkan menjadi bagian dari Ekosistem Agribisnis yang lebih luas mulai dari Kebun, Pembibitan, Pendampingan Petani, Penanganan Pascapanen, Pengemasan, Distribusi, hingga Pemasaran ke Pasar Nasional dan Internasional.


Bupati Sigi MOHAMAD RIZAL INTJENAE menempatkan Pertanian sebagai sektor penting dalam pembangunan Ekonomi Kabupaten Sigi. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa Penguatan Pertanian harus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat, terutama Petani. Pemerintah Kabupaten Sigi juga memandang sektor Pertanian sebagai salah satu kekuatan utama Daerah.


Karena itu, momentum Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 menjadi peluang untuk memperkuat arah Pembangunan Pertanian Kabupaten Sigi agar semakin Produktif, Berdaya Saing dan memiliki akses Pasar yang lebih luas.


Pemerintah Kabupaten Sigi berkomitmen mendorong pembangunan Pertanian tidak semata-mata berorientasi pada hasil Produksi, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah dan Kesejahteraan Petani.


Dalam konteks Komoditas Durian, komitmen tersebut berarti membangun Ekosistem yang memungkinkan Petani memperoleh dukungan mulai dari penyediaan Bibit Berkualitas, penerapan Teknologi Budidaya, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman, hingga Penanganan Hasil Panen.


Bupati Sigi menekankan bahwa Pemerintah Daerah akan terus memberikan perhatian terhadap sektor Pertanian karena masa depan Ekonomi Kabupaten Sigi sangat berkaitan dengan kemampuan Daerah mengelola Potensi Pertaniannya secara berkelanjutan.


Menurutnya, pengembangan Pertanian harus menghadirkan manfaat langsung bagi Masyarakat. Petani tidak boleh hanya menjadi Produsen bahan mentah, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian penting dari rantai nilai Agribisnis.


Arah tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dalam memperkuat ketangguhan Petani dan membangun kolaborasi multipihak di sektor Pertanian. Pada 2026, Bupati Sigi juga mendorong kerja sama lintas sektor untuk menghadapi tantangan perubahan Iklim sekaligus memperkuat sektor Pertanian Daerah.


Jika selama ini Kabupaten Sigi banyak dikenal melalui komoditas pertanian seperti Padi, Kakao dan Kopi, maka Durian memiliki peluang untuk semakin memperkuat Identitas Hortikultura Daerah.


Bahkan, Durian Kabupaten Sigi telah disebut sebagai salah satu komoditas Pertanian yang memiliki peluang pasar Ekspor ke Tiongkok, peluang tersebut perlu dijawab dengan pembangunan yang Konsisten.


Pemerintah Daerah perlu memastikan bahwa pengembangan Durian tidak berlangsung secara Sporadis, melainkan menjadi bagian dari kebijakan Pertanian yang Terintegrasi. Kawasan Budidaya harus didukung dengan Infrastruktur Pertanian, Akses Jalan Produksi, Ketersediaan Sarana Produksi, Pembinaan Petani, Kelembagaan Ekonomi, serta Jaringan Pemasaran.


Di sisi lain, Petani juga perlu didorong untuk melihat Kebun Durian sebagai Investasi jangka panjang. Pohon Durian bukan sekedar tanaman yang menghasilkan Buah, tetapi Aset Produktif yang dapat diwariskan dan dikembangkan lintas Generasi apabila dikelola dengan baik.


Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang buah Durian yang dikirim ke Luar Negeri, lebih jauh, kegiatan ini berbicara mengenai kemandirian Petani, Peningkatan Daya Saing Daerah dan kemampuan produk lokal berdiri sejajar di Pasar Global.


Bagi Kabupaten Sigi, pesan tersebut menjadi semakin relevan. Kabupaten ini memiliki basis Masyarakat Agraris dan bentang Wilayah yang mendukung pengembangan berbagai Komoditas Pertanian. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikonversi menjadi kekuatan Ekonomi yang berkelanjutan.


Di bawah kepemimpinan Bupati Sigi MOHAMAD RIZAL INTJENAE, sektor Pertanian ditempatkan sebagai salah satu motor penggerak Ekonomi Daerah. Pemerintah Kabupaten Sigi juga terus mengarahkan pembangunan agar potensi Pertanian dapat terhubung dengan Pasar yang lebih luas, pengembangan Potensi Pertanian juga menjadi bagian dari agenda strategis Kabupaten Sigi. Momentum Ekspor Durian hari ini memberikan sebuah gambaran tentang masa depan tersebut.


Bahwa dari kebun-kebun Petani di Kabupaten Sigi, terbuka peluang lahirnya Komoditas unggulan yang tidak hanya dikenal di Sulawesi Tengah, tetapi juga memiliki tempat di Pasar Dunia dan ketika Durian Sulawesi Tengah menembus Pasar Internasional, Kabupaten Sigi memiliki potensi yang sangat kuat untuk terus memperkuat dirinya sebagai salah satu Jantung Pertanian Hortikultura Sulawesi Tengah.


Bagi Bupati Sigi MOHAMAD RIZAL INTJENAE, pembangunan Pertanian bukan sekedar agenda sektoral. Ia adalah investasi terhadap masa depan Masyarakat Sigi, sebuah upaya agar Petani memiliki posisi yang semakin kuat, produk Daerah semakin bernilai dan pertumbuhan Ekonomi benar-benar berangkat dari potensi yang tumbuh di tanah sendiri.


DARI SIGI UNTUK SULAWESI TENGAH. DARI KEBUN RAKYAT MENUJU PASAR DUNIA. DARI SEMANGAT KEMERDEKAAN MENUJU KEMANDIRIAN PERTANIAN.




Pencarian Blog

Kategori

Berita
4

Tulisan Terbaru

DISTANHORBUN KABUPATEN SI.. Sigi, 18 Agustus 2026 - Di bawah kepemimpinan Mohamad ..
DISTANHORBUN KABUPATEN SI.. Sigi, 17 Agustus 2026 - Dinas Tanaman Pangan, Hortikul..
MERDEKA EKSPOR DURIAN SUL.. Palu, 12 Agustus 2026 - Semangat Kemerdekaan tahun ..
SEMANGAT GOTONG ROYONG HI.. Sigi, Rabu, 5 Agustus 2026 - Pemandangan berbeda t..

Instal aplikasi layanan ini di perangkat Anda untuk pengalaman yang lebih baik.